Tak terasa waktu telah jauh
Aku tertinggal sangat jauh
Keadaan selalu buat aku menjauh
Aku takut kelak aku terjatuh
Dan dalam kesendirian hidup
Aku terhantui sebuah pertanyaan
Masihkah aku diterima meski telah redup?
Jika kau anggap aku ini kawanmu
Aku percaya kau masih bisa terima aku
Jika kau anggap aku ini lawanmu
Aku rasa kau akan membuangku jauh-jauh
Dan kau inginkan aku jauh dari hidupmu
Dan dalam kerinduan seorang penakut
Yang terlalu takut mencari jawaban itu
Masihkah aku diterima sebagai diriku sendiri?
Cerita di baliknya:
Bahasa perasaanku yang ini terinspirasi oleh keadaanku yang jarang nge-posting blog sederhana ini. Maaf ya. Bukan karena enggan memposting, tapi karena keadaanku yang masih bersekolah sehingga harus fokus ke masalah sekolah. Sebenarnya Sa pingin sekali memposting minimal satu perhari, tapinya keadaan gak mengizinkan. Apalagi sekarang, Sa lagi nempatin tingkatan paling atas SMA. Yup, kelas 3 ato yang populer sekarang dengan nama 'kelas XII'. Jadi maaf ya...
7/26/2009
5/12/2009
Pulau Kenangan
Awan putih memutih
Membuat putih langit biru
Laut biru berkilau menyilaukan
Semua ini membuat damai daku
Yang sedang sedih
Terlihat di kejauhan di sana
Pulau hijau rimbun bagai surga
Semakin mendekat seiring
Gerakan kapal yang mengejar ombak
Berlomba dengan awan di atas sana
Ku injakkan kaki ini di pasir
Lembut pulau yang menyapaku
Bermain bersama teman-teman
Berbagai keceriaan tercipta begitu saja
Namun waktu terlalu cepat berlalu
Hingga semua ini harus berakhir
Pulang kembali ke rumah masing-masing
Membingkai kenangan indah yang tercipta
Di hati ini pun terpampang
Kenangan berdua dengannya
Tak pernah aku sedekat itu dengannya
Membuat putih langit biru
Laut biru berkilau menyilaukan
Semua ini membuat damai daku
Yang sedang sedih
Terlihat di kejauhan di sana
Pulau hijau rimbun bagai surga
Semakin mendekat seiring
Gerakan kapal yang mengejar ombak
Berlomba dengan awan di atas sana
Ku injakkan kaki ini di pasir
Lembut pulau yang menyapaku
Bermain bersama teman-teman
Berbagai keceriaan tercipta begitu saja
Namun waktu terlalu cepat berlalu
Hingga semua ini harus berakhir
Pulang kembali ke rumah masing-masing
Membingkai kenangan indah yang tercipta
Di hati ini pun terpampang
Kenangan berdua dengannya
Tak pernah aku sedekat itu dengannya
5/04/2009
Uye Woyo
Uye woyo semua berakhir
Uye woyo aku bisa bebas
Tak ada lagi perperangan
Tiada lagi air mata di hati
Musik reggae bangkitkan aku
Kembalikan semangat diriku
Goyangkan badan ke kiri ke kanan
Uye woyo pergi ke pantai
Tapi sayang terlalu ramai
Jadi aku pergi ke dance hall
Nyalakan api isi waktu kosong
Uye woyo aku bisa bebas
Tak ada lagi perperangan
Tiada lagi air mata di hati
Musik reggae bangkitkan aku
Kembalikan semangat diriku
Goyangkan badan ke kiri ke kanan
Uye woyo pergi ke pantai
Tapi sayang terlalu ramai
Jadi aku pergi ke dance hall
Nyalakan api isi waktu kosong
4/04/2009
Puisi Kosong
Malam ini seperti biasanya
Sepi ku sendiri tanpa sahabat
Duduk sendiri di sini sembari
Mendengarkan puisi kosong Sang angin
Rasanya ingin ku hilang dari dunia
Terus dan terus begitu sampai
Kau melangkah dekati aku
Padamkan seribu api
Isi hari-hariku dengan cintanya
Terlalu indah tuk dilupakan
Bersama dirimu, aku…
Lewati mimpi-mimpi indah berdua
Tak ada samudera jadi masalah
Bila diriku berada di dekatmu
Suatu hari kau berjanji padaku
Bahwa kau setia ada di setiap detik hidupku
Meskipun jalan kehidupan ini
Terasa curam tuk kau hadapi
Genggamlah tanganku ini…sahabat
Kan ku tolong engaku kemari
Sepi ku sendiri tanpa sahabat
Duduk sendiri di sini sembari
Mendengarkan puisi kosong Sang angin
Rasanya ingin ku hilang dari dunia
Terus dan terus begitu sampai
Kau melangkah dekati aku
Padamkan seribu api
Isi hari-hariku dengan cintanya
Terlalu indah tuk dilupakan
Bersama dirimu, aku…
Lewati mimpi-mimpi indah berdua
Tak ada samudera jadi masalah
Bila diriku berada di dekatmu
Suatu hari kau berjanji padaku
Bahwa kau setia ada di setiap detik hidupku
Meskipun jalan kehidupan ini
Terasa curam tuk kau hadapi
Genggamlah tanganku ini…sahabat
Kan ku tolong engaku kemari
3/07/2009
Aku Rasa Inilah Cinta
Terjebak di antara ketidakpastian
Di tepi jurang yang penuh resiko
Berdinding tipis ribuan pertanyaan
Karamkan pikiran untuk menghayal
Berilah waktu untuk aku merenung
Dan biarkan aku meyakinkan hatiku
Getaran rasa yang menyerebak itu
Perasaan yang mengajak berdansa
Aku rasa inilah cinta yang kunanti
Kini akhirnya tiba tanpa kupinta
Tapi mengapa harus lewat dirinya
Sahabat, apa kau bisa jadi cinta sejati
Yang selama ini aku cipta dalam mimpi??
Di tepi jurang yang penuh resiko
Berdinding tipis ribuan pertanyaan
Karamkan pikiran untuk menghayal
Berilah waktu untuk aku merenung
Dan biarkan aku meyakinkan hatiku
Getaran rasa yang menyerebak itu
Perasaan yang mengajak berdansa
Aku rasa inilah cinta yang kunanti
Kini akhirnya tiba tanpa kupinta
Tapi mengapa harus lewat dirinya
Sahabat, apa kau bisa jadi cinta sejati
Yang selama ini aku cipta dalam mimpi??
Langganan:
Postingan (Atom)