Rambut-kepalaku terasa panas
Seperti melihat kejadian naas
Merekam apa yang terpapas
Mengukur apa ini sudah pas
Jemariku tak berhenti bertemu
Hitung peristiwa yang bertamu
Seberapa banyak yang ketemu
Mencocokkan ke pasangan tertentu
Aku sering merasa terbingungkan
Seperti berada di tengah puzle otak
Apakah mimpiku seperti hidup?
Apa hanya hidupku seperti mimpiku?
Tak tahu pertanyaan mana yang berlaku
Dan ku tak temukan jawab untuk itu
Cerita Di Baliknya:
Ini terinspirasi saat aku merasa berada di tengah-tengah dua alam yang berbeda. Maksudnya, aku merasa mimpi-mimpiku seperti benar-benar terjadi, sebaliknya, hidupku kayak udah pernah aku lihat jauh sebelumnya.
8/06/2009
8/05/2009
Bahagia
Sssttt..
Tahu apa yang aku rasa?
Coba tebak apa yang terasa?
Hayo tahu gak yang kurasa?
Sini, kubisiki jawabannya
Hari ini aku tengah bahagia
Seperti kebal terhadap cinta
Tapi kali ini bukan tentang cinta
Kubahagia ternyata dia tak marah
Walau faktanya dia kemarin marah
Syukurlah, dia mulai biasa lagi
Thanks God, aku masih bisa memiliki
Dan kucoba tuk jadi penenang hari
Cerita di baliknya:
Hari ini aku cipta sebuah 'Rangkaian Bahasa Perasaan' sederhanaku, yang berjudul BAHAGIA. Sesuai dengan judul itu, hari ini aku tengah bahagia. Tapi bukan bahagia karena sudah bisa memiliki cinta matiku. Hal yang membuatku bahagia tak lain dan tak bukan karena ViYu, Sahabatku, akhirnya bersikap biasa lagi padaku. Sebelumnya dia marah dan ngehindar terus dariku. Walaupun belum secozy biasanya, tapi aku bahagia karena bisa bicara dengannya lagi.
Tahu apa yang aku rasa?
Coba tebak apa yang terasa?
Hayo tahu gak yang kurasa?
Sini, kubisiki jawabannya
Hari ini aku tengah bahagia
Seperti kebal terhadap cinta
Tapi kali ini bukan tentang cinta
Kubahagia ternyata dia tak marah
Walau faktanya dia kemarin marah
Syukurlah, dia mulai biasa lagi
Thanks God, aku masih bisa memiliki
Dan kucoba tuk jadi penenang hari
Cerita di baliknya:
Hari ini aku cipta sebuah 'Rangkaian Bahasa Perasaan' sederhanaku, yang berjudul BAHAGIA. Sesuai dengan judul itu, hari ini aku tengah bahagia. Tapi bukan bahagia karena sudah bisa memiliki cinta matiku. Hal yang membuatku bahagia tak lain dan tak bukan karena ViYu, Sahabatku, akhirnya bersikap biasa lagi padaku. Sebelumnya dia marah dan ngehindar terus dariku. Walaupun belum secozy biasanya, tapi aku bahagia karena bisa bicara dengannya lagi.
7/26/2009
Masihkah Aku Diterima?
Tak terasa waktu telah jauh
Aku tertinggal sangat jauh
Keadaan selalu buat aku menjauh
Aku takut kelak aku terjatuh
Dan dalam kesendirian hidup
Aku terhantui sebuah pertanyaan
Masihkah aku diterima meski telah redup?
Jika kau anggap aku ini kawanmu
Aku percaya kau masih bisa terima aku
Jika kau anggap aku ini lawanmu
Aku rasa kau akan membuangku jauh-jauh
Dan kau inginkan aku jauh dari hidupmu
Dan dalam kerinduan seorang penakut
Yang terlalu takut mencari jawaban itu
Masihkah aku diterima sebagai diriku sendiri?
Cerita di baliknya:
Bahasa perasaanku yang ini terinspirasi oleh keadaanku yang jarang nge-posting blog sederhana ini. Maaf ya. Bukan karena enggan memposting, tapi karena keadaanku yang masih bersekolah sehingga harus fokus ke masalah sekolah. Sebenarnya Sa pingin sekali memposting minimal satu perhari, tapinya keadaan gak mengizinkan. Apalagi sekarang, Sa lagi nempatin tingkatan paling atas SMA. Yup, kelas 3 ato yang populer sekarang dengan nama 'kelas XII'. Jadi maaf ya...
Aku tertinggal sangat jauh
Keadaan selalu buat aku menjauh
Aku takut kelak aku terjatuh
Dan dalam kesendirian hidup
Aku terhantui sebuah pertanyaan
Masihkah aku diterima meski telah redup?
Jika kau anggap aku ini kawanmu
Aku percaya kau masih bisa terima aku
Jika kau anggap aku ini lawanmu
Aku rasa kau akan membuangku jauh-jauh
Dan kau inginkan aku jauh dari hidupmu
Dan dalam kerinduan seorang penakut
Yang terlalu takut mencari jawaban itu
Masihkah aku diterima sebagai diriku sendiri?
Cerita di baliknya:
Bahasa perasaanku yang ini terinspirasi oleh keadaanku yang jarang nge-posting blog sederhana ini. Maaf ya. Bukan karena enggan memposting, tapi karena keadaanku yang masih bersekolah sehingga harus fokus ke masalah sekolah. Sebenarnya Sa pingin sekali memposting minimal satu perhari, tapinya keadaan gak mengizinkan. Apalagi sekarang, Sa lagi nempatin tingkatan paling atas SMA. Yup, kelas 3 ato yang populer sekarang dengan nama 'kelas XII'. Jadi maaf ya...
5/12/2009
Pulau Kenangan
Awan putih memutih
Membuat putih langit biru
Laut biru berkilau menyilaukan
Semua ini membuat damai daku
Yang sedang sedih
Terlihat di kejauhan di sana
Pulau hijau rimbun bagai surga
Semakin mendekat seiring
Gerakan kapal yang mengejar ombak
Berlomba dengan awan di atas sana
Ku injakkan kaki ini di pasir
Lembut pulau yang menyapaku
Bermain bersama teman-teman
Berbagai keceriaan tercipta begitu saja
Namun waktu terlalu cepat berlalu
Hingga semua ini harus berakhir
Pulang kembali ke rumah masing-masing
Membingkai kenangan indah yang tercipta
Di hati ini pun terpampang
Kenangan berdua dengannya
Tak pernah aku sedekat itu dengannya
Membuat putih langit biru
Laut biru berkilau menyilaukan
Semua ini membuat damai daku
Yang sedang sedih
Terlihat di kejauhan di sana
Pulau hijau rimbun bagai surga
Semakin mendekat seiring
Gerakan kapal yang mengejar ombak
Berlomba dengan awan di atas sana
Ku injakkan kaki ini di pasir
Lembut pulau yang menyapaku
Bermain bersama teman-teman
Berbagai keceriaan tercipta begitu saja
Namun waktu terlalu cepat berlalu
Hingga semua ini harus berakhir
Pulang kembali ke rumah masing-masing
Membingkai kenangan indah yang tercipta
Di hati ini pun terpampang
Kenangan berdua dengannya
Tak pernah aku sedekat itu dengannya
5/04/2009
Uye Woyo
Uye woyo semua berakhir
Uye woyo aku bisa bebas
Tak ada lagi perperangan
Tiada lagi air mata di hati
Musik reggae bangkitkan aku
Kembalikan semangat diriku
Goyangkan badan ke kiri ke kanan
Uye woyo pergi ke pantai
Tapi sayang terlalu ramai
Jadi aku pergi ke dance hall
Nyalakan api isi waktu kosong
Uye woyo aku bisa bebas
Tak ada lagi perperangan
Tiada lagi air mata di hati
Musik reggae bangkitkan aku
Kembalikan semangat diriku
Goyangkan badan ke kiri ke kanan
Uye woyo pergi ke pantai
Tapi sayang terlalu ramai
Jadi aku pergi ke dance hall
Nyalakan api isi waktu kosong
Langganan:
Postingan (Atom)