9/30/2009

Tumbang Oleh Banjir

Semangat hidup mesti redup sesaat
Ketika mendengar kabar bencana
Telah terjadi amukan alam yang indah
Lewat air bah yang dikira teman

Bukan salah alam meluluhlantahkan
Tapi salah kita mempora-porandakan
Alam terus sabar, hingga akhirnya marah

Berapa banyak jiwa yang melayang
Dua orang dari kaumku ikut terdaftar
Mereka berdua tumbang oleh banjir
Begitu tragis jalan akhir tawa mereka
Semoga mereka tenang di alam suci

Panjatkan do’a pada Yang Maha Kuasa
Agar yang ditinggalkan tabah dan ikhlas
Agar yang meninggal damai di akhir hayat

Buat Sahabat yang Kini Jauh

Sekian lama kita berpisah
Tak dapat bertatapan muka lagi
Seperti di saat sebelum ini terjadi
Menimpa hari-hari yang indah di sana

Aku masih mengingat memori kita
Di saat kita berbagi segal hal berdua
Melangkah merangkai mimpi di tengah malam
Melakukan semaunya sesuka kita berdua

Masa bodoh apa kata mereka tentang kita
Masih ingatkah engkau di sana
Siapa diriku yang kini ada di sini
Masih ingatkah engkau di sana
Kisah lama yang bercerita tentang kita
Melewati derasnya arus hidup
Melalui kejamnya dunia ini
Bersama di saat kita bersama berdua

Lihatlah sahabat jauhku di sana
Langit menggambarkan rasa rinduku padamu
Matahari menyampaikan rasa ingin bertemuku
Angin membisikkan pesan dariku di sini
Aku… tak dapat menuliskan semua yang ada
Aku tak dapat lagi berimaji tanpa hadirmu
Sahabatku yang kini jauh dari sisiku di sini

Uye Woyo

Uye woyo semua berakhir
Uye woyo aku bisa bebas
Tak ada lagi perperangan
Tiada lagi air mata di hati

Musik reggae bangkitkan aku
Kembalikan semangat diriku
Goyangkan badan ke kiri ke kanan

Uye woyo pergi ke pantai
Tapi sayang terlalu ramai
Jadi aku pergi ke dance hall
Nyalakan api isi waktu kosong

Duka Bu t Bangsa

Kumerasakan kehilangan sosok
Yang dulu pernah harumkan bangsa
Membuat rakyat bangga akan Indonesia
Sosok yang belum tergantikan hari ini

Andaisaja tak pernah ada sosoknya
Mungkin kita masih seperti binatang
Yang bekerja siang-malam tanpa upah
Sesuap nasi harus dibayar luka-luka

Para pemakai coklat tak lagi berarti
Mereka seperti telah tercela di mata negeri
Pengaman yang tak punya harga diri
Petugas yang bisa dibayar dengan materi

Pemakai pangkat nomor satu negeri ini
Sepertinya tak pernah benar-benar peduli
Terlihat dirinya masih mencari sensasi basi
Mengatasnamakan kesejahteraan bangsa
Hanya untuk dongkrak popularitas kaumnya

Kukibarkan bendera setengah tiang di hati
Ku prihatin melihat keadaan negeriku ini
Mengapa masih saja tak peduli budaya sendiri
Tak akan bangga kalau belum diklaim tetangga

Generasi muda tegila-gila adat sesat barat
Menganggap tradisi leluhur udah berjamur
Melakukan ciuman di muka umum tak masalah
Selama sang pacar mau diajak fulgar bersama

8/16/2009

Aku Berjuang Keras

Tak mudah dan tak seperti angan
Dengan enteng balik telapak tangan
Segala sesuatu pasti butuh proses
Semua yang dimau harus ada dites

Aku takkan mau ’tuk cepat menyerah
Aku berjuang keras untuk merdeka
Aku ingin bebaskan diri dari masalah
Aku juga tak mau semua ini jadi salah

Kobarkan api suci yang telah terjaga
Berharap bisa menyemangati jiwa-raga
Kibarkan bendera lambang perdamaian
Agar semua kaumku berhenti berperang
Berperang melawan pandangan jelek dunia

Aku takkan rela bila kaumku dihina
Aku berjuang keras perbaiki keadaan
Aku ingin bebaskan kaum yang berjuang
Aku juga tak sudi dipanggil cuma cari muka


Cerita DIbaliknya:
"Rangkaian Bahasa Perasaan" iNi terinspiraSi dari kegigihan para pejuang yang menjadi pahlawan..Saya ingin sekali menjadi seorang pahlawan bagi banyak orang, minimal untuk kaum (keluarga, dan para sahabat) saya...Tapi sepertinya belum waktunya untuk seperti itu..Saya sekarang hanya ingin menjadi pahlawan bagi diri saya sendiri dulu..Kelak, kalau Tuhan mengijinkan saya, saya akan berusaha menjadi pahlawan...

.: Visitors

Free Hit Counters
Share/Bookmark