10/28/2011

Zhoera

Begitulah nama gadis yang kuingat
Sederhana tapi tak sesederhana itu artinya

Tak ada yang boleh tahu siapa dia sebenarnya
Hanya aku yang boleh tahu siapa dia sebenarnya
Semua kufiksikan agar tak terlalu mudah diterka
Terlalu takut aku dihadapkan sebuah pertanyaan
"Kamu suka sama dia?"

Andai ia membaca pesan yang aku tuliskan
Mungkinkah ia mengenali bahwa akulah penulisnya?
Atau mungkin ia akan mengira cowok yang ia suka
Menyambut gayung yang bersambut di lautan

Ingin rasanya ku mengenalnya lebih dekat
Bukan sekedar menatap senyumnya, juga matanya
Yang selalu tampak berkilaukan berlian

Menyentuhnya (Akankah?)

Tanpa aku ketahui, perlahan namun pasti
Ada sesuatu yang tengah bersemayam dalam hati
Sesuatu yang lahir secara naluri
Tapi tak mampu untuk aku ikrarkan dari hati

Menyentuhnya
Ya, aku sangat ingin menyentuh hatinya
Meski hanya sepersekian detik saja, tak apalah
Yang penting aku pernah merasakan hangat jiwanya
Yang mampu meluluhkan hati yang telah terluka

Dan waktu membawaku ke sebuah persimpangan
Dimana aku harus memilih takdir yang akan kujalani
Yang aku tahu pasti, setiap pilihan pasti tersisip problema

Akankah ia tahu apa yang coba aku siratkan
Yang selalu kucoba sampaikan lewat tatapan mata
Mencoba menyampaikan sesuatu yang kini kian berkembang
Kian menyesakkan dada

8/14/2011

Selamat Tinggal Sahabatku

Waktu ternyata membawaku
Menjauh dari hidupmu
Yang dulu kusanjung selalu

Kini, semua hanya kenangan
Hanya bisa terkhayalkan
Hanya mampu terbayangkan
Tak mungkin kembali menjadi nyata

Selamat tinggal sahabatku
Kau telah menungguku
Maaf ku tak bisa, pulang ke pelukanmu

Aku sudah lelah untuk merasakannya
Ingin kubiarkan angin membawanya sirna

Terimakasih atas kasih dan sayangmu
Yang mampu membuatku sekuat ini
Terimakasih atas pengorbananmu
Yang kau berikan hanya untukku bisa begini

Maaf, aku tak bisa mengajakmu kembali
Kau telah berbeda arah, kau telah berbeda haluan
Maaf, aku tak bisa memutar balik jalanku
Aku harus maju, untuk memenuhi panggilan

Berikan aku satu malam yang indah
Yang tak akan bisa aku musnahkan dari ingatan
Tapi, ketahuilah sahabatku sayang
Meski begitu, kau tetap di hatiku yang terdalam

Berdua Saja Denganmu

Malam menembus batasnya
Kian lama kian dinginkan jiwa
Membuat aku lemas tanpa daya

Ingin rasanya, kupanggil dirimu
Untuk kemari temani aku, kasihku
Dan kita habiskan waktu
Berdua saja, berdua saja denganmu

Waktu yang kian memburu
Memaksaku bekerja lebih larut
Aku tak ingin ini berakhir pahit
Cukup sudah biarkan masa laluku kalut


Menyelinap ke Dalam

Kau datang kembali padaku
Membawa sejuta khayalan tentangmu
Membungkam mulutku melihatmu
Kau masih seperti kau yang dulu

Mata indah yang kau punya
Menggetarkan hatiku
Bibir indahmu yang memesona
Membuat aku ingin menyentuhnya

Kau menyelinap ke dalam benakku
Lewat sentuhanmu, lewat kelakuanmu
Perlahan tapi pasti kau hipnotis aku
Gilakan aku dengan keindahan darimu

Jemarimu yang lucu itu
Ingin rasanya kugenggam, dan tak akan kulepas
Sampai aku merasa puas menggenggamnya

Kaki-kakimu yang anggun
Slalu mampu buat diriku tertegun
Terpesona akan indahnya, merasuk hingga ubun

Kau menyelinap ke dalam hatiku
Lewat gerakanmu yang menggodaku
Perlahan tapi pasti, kau memelukku
Membuat jantungku rasanya berhenti berdegup


.: Visitors

Free Hit Counters
Share/Bookmark