Hari Baru, sebuah rangkaian bahasa perasaan sederhana yang berisi tentang harapan di tahun baru yang telah terbuka dan bercahaya. Pertama kali menyajikan sebuah rangkaian bahasa perasaan dalam bentuk imej tulisan tangan. Hal itu didasari dari hasil perbincangan dengan sahabat SMP yang postingan blognya berisi catatan materi perkuliahan. Ketika ditanya mengapa, salah satu alasannya agar tidak mudah disalin (copas--copy paste). Masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang paham mengenai hak cipta dan kurang menghargai karya orang lain. Mereka dengan mudah mengambil dan menggunakannya tanpa meminta izin dan menyantumkan sumber (pengarya).
1/01/2014
7/13/2013
Rangkaian Kata untuk Sahabat
Mau gimana dan apa lagi?
Belum benar-benar kupahami dan kutemukan arti
Dua kali mencinta, untuk kedua kalinya aku dikhianati
Pagi, datanglah kau lebih cepat
Agar aku tak terlalu lama terbelenggu mimpi buruk ini
Malam, mohon singkirkan kenangan itu dari pikiran
Aku ingin menyambut senja dengan cinta yang baru
Angin malam perlahan menyesakkanku
Bukan karena kadar karbondioksida yang meningkat
Tapi sakit yang tak tampak terus melumat hatiku
Aku mencoba memahami apa yang dikatakan alam
Yang terkadang sering tak diacuhkan manusia
Aku mencoba menangkap pesan-pesan yang tersirat
Untuk memerjelas alur takdir yang terkesan rumit
Mata yang terpejam di dahi tak jua terbuka
Kedua mata yang melihat tak sanggup menerawang hati
Mana yang sungguh mencintai, mana yang penuh kepalsuan
Terbang menukik menghempas bebatuan tajam
Meregang nyawa, mematahkan asa yang sebelumnya berdenyut
Hati, mengapa kau mengalihkan pandanganmu
Seolah kau tak ingin tahu apa yang telah aku lalui
Tuhan, aku tak bisa menyentuhMu
Alam, aku tak mampu memelukmu
Sahabat, aku tak sanggup menyertaimu selalu
Maafkanlah aku, bila aku terlalu gila menafsirkan firasat
Matahari suatu hari akan menjadi dua dan memerebutkan bulan
Air dan api menari-nari di altar kehidupan
Iblis-malaikat berdamai, dan hitam-putih mengabukan keadaan
Rangkaian kata sederhana ini
teruntuk para sahabat yang masih mengizinkan aku menjadi sahabatnya
Tak mengapa jika dia membuangku, selama ada sahabat aku akan bertahan
*ditulis di saat tengah terpuruk setelah dia yang blg padaku untuk menjaga kepercayaan dan hati malah berlaku sebaliknya, sebelum uluran-uluran tangan sahabat membawaku kembali ke hadapan sang cahaya terang (harapan) bahwa mungkin Tuhan tak merestui kisahku dengan yang telah lalu karena hilang arah dari alur takdir yang sejati. Alam pun perlahan membongkar apa yang sebelumnya dia sangkal. Terimakasih, sahabat2ku. Semoga Tuhan mengizinkan persahabatan dan ikatan silahturahim ini tak terputus. Amiin.
5/06/2013
Aku yang Kini Bukanlah Aku yang Dulu
Dulu aku sering mengabaikan kehadiranmu
Tak hiraukan kepedulian yang kau beri lebih padaku
Ku tahu kau sungguh sayang padaku
Namun masih ada beberapa hal yang membuatku sedikit meragu
Sering kubuat kau kecewa dengan sikap ketidakacuhanku
Kau inginkan aku acuh dan memedulikanmu
Seperti kamu yang peduli dengan keberadaanku tiap waktu
Sayangnya dulu aku terlalu bodoh untuk menyadarinya itu
Kini aku benar-benar akan merubah tabiatku
Ku ingin ku selalu menemanimu dalam setiap waktu
Meski kau sibuk dan begitupula aku, kuingin ada sedikit waktu
Buat kita bercengkrama dan melepas segala kerinduan
Akibat jarak yang terpaut teramat jauh untuk mampu bertemu
Aku yang kini bukanlah aku yang dulu, sayang
Aku tak ingin lagi abaikan kehadiranmu di dekatku
Aku ingin kau terus di sini, di sisiku menjalani hari-hari bersama
Mengisinya dengan cerita, dan membangun kisah berlandaskan cinta-asa
Tak hiraukan kepedulian yang kau beri lebih padaku
Ku tahu kau sungguh sayang padaku
Namun masih ada beberapa hal yang membuatku sedikit meragu
Sering kubuat kau kecewa dengan sikap ketidakacuhanku
Kau inginkan aku acuh dan memedulikanmu
Seperti kamu yang peduli dengan keberadaanku tiap waktu
Sayangnya dulu aku terlalu bodoh untuk menyadarinya itu
Kini aku benar-benar akan merubah tabiatku
Ku ingin ku selalu menemanimu dalam setiap waktu
Meski kau sibuk dan begitupula aku, kuingin ada sedikit waktu
Buat kita bercengkrama dan melepas segala kerinduan
Akibat jarak yang terpaut teramat jauh untuk mampu bertemu
Aku yang kini bukanlah aku yang dulu, sayang
Aku tak ingin lagi abaikan kehadiranmu di dekatku
Aku ingin kau terus di sini, di sisiku menjalani hari-hari bersama
Mengisinya dengan cerita, dan membangun kisah berlandaskan cinta-asa
Sebuah Pelukan yang Hangat
Suatu hari di sebuah momen yang masih teringat
Dimana kurasakan sesuatu yang menyadarkan ku telah salah
Selama ini aku tak ada di kala ia butuh teman rehat 'tuk bercerita
Sering kubuat ia menyesal dan kecewa karena sikapku
Sebuah pelukan hangat yang terjadi saat itu kurasakan sesuatu
Entah apa itu namanya, yang jelas aku ingin terus bersamanya
Tak akan lagi aku biarkan dia sendiri lewati hari-hari
Sebuah getaran itu membawaku ke sebuah realitas bahwa ia yang teristimewa
Dimana kurasakan sesuatu yang menyadarkan ku telah salah
Selama ini aku tak ada di kala ia butuh teman rehat 'tuk bercerita
Sering kubuat ia menyesal dan kecewa karena sikapku
Sebuah pelukan hangat yang terjadi saat itu kurasakan sesuatu
Entah apa itu namanya, yang jelas aku ingin terus bersamanya
Tak akan lagi aku biarkan dia sendiri lewati hari-hari
Sebuah getaran itu membawaku ke sebuah realitas bahwa ia yang teristimewa
Pacarku Hebat
Pacarku hebat, dia perempuan terhebat setelah ibuku
Setiap hari selalu saja ada berbagai urusan untuk diurus
Mulai yang ini, yang itu, yang begini, sampai yang begitu
Semua diselesaikannya dengan kesungguhan hati
Meski terkadang ia mengeluh penat menyusun-mengatur
Tapi ia tak pernah jera untuk kembali mencemplungkan diri
ke dalam pusaran kepengurusan kegiatan organisasi-organisasi
Seperti telah menjadi hobi baginya untuk terus berorganisasi
Terkadang aku khawatir dengan keadaannya yang seperti itu
Aku takut ia terlalu memaksakan diri dan lupa dengan kesehatannya
Tapi ia selalu berkata padaku bahwa ia masih kuat dan takkan menyerah
Walau sesekali rehat 'tuk mengambil nafas panjang sebelum kembali berkutat
Pacarku hebat, pacarku luar biasa hebatnya!
Aku sayang dia, aku sayang dia...
Setiap hari selalu saja ada berbagai urusan untuk diurus
Mulai yang ini, yang itu, yang begini, sampai yang begitu
Semua diselesaikannya dengan kesungguhan hati
Meski terkadang ia mengeluh penat menyusun-mengatur
Tapi ia tak pernah jera untuk kembali mencemplungkan diri
ke dalam pusaran kepengurusan kegiatan organisasi-organisasi
Seperti telah menjadi hobi baginya untuk terus berorganisasi
Terkadang aku khawatir dengan keadaannya yang seperti itu
Aku takut ia terlalu memaksakan diri dan lupa dengan kesehatannya
Tapi ia selalu berkata padaku bahwa ia masih kuat dan takkan menyerah
Walau sesekali rehat 'tuk mengambil nafas panjang sebelum kembali berkutat
Pacarku hebat, pacarku luar biasa hebatnya!
Aku sayang dia, aku sayang dia...
Langganan:
Postingan (Atom)
