Hei Ernis manis, dengarlah
Ini untaian kata tercipta karenamu
Drap drap drap dan drap
Langkah kakiku melangkah cepat
Ketika ku bersama dengan dirimu
Terasa ringan, seperti tiada beban
Aku bisa berlari sampai sejauh ini
Malamku saat bersamamu
Berdua bersama dalam selimut kalbu
Bintang-bintang yang menerangi
Membuatku tak ingin pisah darimu
Eyo, bukan maksudku untuk berandai-andai
Tapi andai waktu masih ada untukku bersamamu
Pasti dunia akan begitu tenang
Karena selalu diisi canda-tawamu
Heiya, Ernis yang punya senyum manis
Mengapa kau tak pernah terlihat menangis?
Apa kau tak punya air mata untuk menangis?
Janganlah kau menangis dalam hatimu
Lepaskanlah bebanmu kepadaku
Siapa tahu saja itu buatmu jauh lebih hidup
Brap, brap, brap, dan lagi-lagi brap!
Masalah datang itu sudah pasti
Tak usah diambil pusing pasti ada solusi
Cintamu pergi, cari aja lagi!
Masih banyak hati yang bisa kau singgahi
Seperti hatiku ini, menantimu menepi
Tak berharap banyak kau bisa pahami
Tak terlalu berharap kau dapat mengerti
Yang kumau, yang kuingin, kita untuk selamanya
Sahabat, bersahabat, dan menjadi kerabat!
9/30/2009
Listia Setia
Pelangi hitam hiasi hari-hariku
Badai air mata sering menerpa ku
Angin kencang yang mencaci pecahkan telinga
Banjir makian tenggelamkan aku
Tajamnya pandangan menghunus lakuku
Seperti dunia tak ingin kehadiranku
Aku masih saja terus tumbuh subur
Tak pernah layu meski duniaku memanas
Ada sentuhan Listia yang setia menegakkan aku
Belum waktunya untuk dunia tahu siapa aku
Belum saatnya aku tunjukkan siapa aku
Bukan mauku untuk diam dan diam sepanjang waktu
Aku menikmati rutinitasku yang begitu
Dan bila nanti tiba waktunya
Untuk aku bersinar membakar apimu
Tak ingin kubunuh kau dengan dukaku
Biarlah yang berlalu Tuhan yang urus
Terimakasih sahabatku...
Listia Wati Sophia untuk segalanya
Badai air mata sering menerpa ku
Angin kencang yang mencaci pecahkan telinga
Banjir makian tenggelamkan aku
Tajamnya pandangan menghunus lakuku
Seperti dunia tak ingin kehadiranku
Aku masih saja terus tumbuh subur
Tak pernah layu meski duniaku memanas
Ada sentuhan Listia yang setia menegakkan aku
Belum waktunya untuk dunia tahu siapa aku
Belum saatnya aku tunjukkan siapa aku
Bukan mauku untuk diam dan diam sepanjang waktu
Aku menikmati rutinitasku yang begitu
Dan bila nanti tiba waktunya
Untuk aku bersinar membakar apimu
Tak ingin kubunuh kau dengan dukaku
Biarlah yang berlalu Tuhan yang urus
Terimakasih sahabatku...
Listia Wati Sophia untuk segalanya
Di Bawah Perahabatan
Aku bertanya-tanya pada diriku
Manakah yang akan kupilih
Antara cintaku dan persahabatanku
Berawal dari ia datang hiasi layarku
Dan naluriku memilih dia di sisiku
’Tuk menjadi teman berbagi ceritaku
Bersahabat dengannya keinginanku
Ternyata tak semulus dugaanku
Di usia yang terus menuju kedewasaan
Jalinan persahabatan menjadi dilemaku
Dimana kala cinta datang mengganggu
Setan-setan memalsukan makna cinta
Dan berharap aku bisa memilikinya
Mereka terus mencuci otakku dengan cinta
Terjadilah pertempuran besar dalam raga
Tapi kekuatan keindahan persahabatan
Mampu mengalahkan kenikmatan sesaat
Dan meyakinkan aku indahnya sahabat
Menunjukkan cinta di bawah persahabatan
Lebih indah dari cinta di bawah rayuan setan
Manakah yang akan kupilih
Antara cintaku dan persahabatanku
Berawal dari ia datang hiasi layarku
Dan naluriku memilih dia di sisiku
’Tuk menjadi teman berbagi ceritaku
Bersahabat dengannya keinginanku
Ternyata tak semulus dugaanku
Di usia yang terus menuju kedewasaan
Jalinan persahabatan menjadi dilemaku
Dimana kala cinta datang mengganggu
Setan-setan memalsukan makna cinta
Dan berharap aku bisa memilikinya
Mereka terus mencuci otakku dengan cinta
Terjadilah pertempuran besar dalam raga
Tapi kekuatan keindahan persahabatan
Mampu mengalahkan kenikmatan sesaat
Dan meyakinkan aku indahnya sahabat
Menunjukkan cinta di bawah persahabatan
Lebih indah dari cinta di bawah rayuan setan
Ini bukan Tentang Cinta
Cinta, jadi tema yang selalu hangat
Untuk ditonton, didengar, dan dicerna
Tapi banyak yang mempermainkan cinta
Karena merasa dirinya sang pujangga cinta
Cinta, bukan untuk dicari atau dikejar
Tapi cinta untuk dinanti, ’kan menghampiri
Cinta, terlalu luas untuk dicari artinya
Tapi cinta, satu ketulusan yang lahir dari hati
Ini bukan tentang cinta untuk yang tercinta
Tapi ini bisa menjadi nasihat penampar jiwa
Yang terlalu lama terlena kemunafikan cinta
Cinta yang telah direkayasa oleh orang-orang
Cinta yang telah diputar-balikkan maknanya
Untuk ditonton, didengar, dan dicerna
Tapi banyak yang mempermainkan cinta
Karena merasa dirinya sang pujangga cinta
Cinta, bukan untuk dicari atau dikejar
Tapi cinta untuk dinanti, ’kan menghampiri
Cinta, terlalu luas untuk dicari artinya
Tapi cinta, satu ketulusan yang lahir dari hati
Ini bukan tentang cinta untuk yang tercinta
Tapi ini bisa menjadi nasihat penampar jiwa
Yang terlalu lama terlena kemunafikan cinta
Cinta yang telah direkayasa oleh orang-orang
Cinta yang telah diputar-balikkan maknanya
CInta untukku Nomor Sekian
Orang-orang banyak yang mencibir ku
Jadi cowok kok belum terlihat pernah laku
Masih asyik berkelana dengan arah tak tentu
Cewek-cewek indah, tak ada yang menyadur
Ku tak berkenan bersatu cinta dengan sahabatku
Banyak yang menggunjing, ragu kenormalanku
Sepertinya tiada kecanggungan kalau bertemu
Berkumpul di antara cewek-cewek di sekelilingku
Dan terlihat jarang main bareng ama yang sejenis
Beberapa orang menganggap aku ini ”P.K”
Gonta-ganti cewek di setiap jalan di sela-sela waktu
Mereka bergosip kalau aku berlaku nafsu
Mudah banget, lupain cewek yang pernah kutunggu
Satu-dua orang pernah tertangkap berdesas-desus
Topiknya masih sama, topiknya masih tentang ku
Mereka beri merek, ”AKU PRIA YANG SUKA PRIA”
Gila aja! Bisa saja kupilih dari teman wanitaku, tapi...
Cinta untukku nomor sekian untuk saat ini
Karena aku merasa kedua ortuku ada benarnya
Selama aku berstatus pelajar, raih dulu prestasi
Masuk P.T terbaik, cari gawe yang tinggi
Baru entar kalau mapan baru cari cinta sejati
Jadi saat ini, kunikmati hanya sebatas persahabatan
Meski jujur, kadang ada yang bikin aku teriming
So, ku tak peduli mau dipandang kayak apa aja, deh..he he he
Jadi cowok kok belum terlihat pernah laku
Masih asyik berkelana dengan arah tak tentu
Cewek-cewek indah, tak ada yang menyadur
Ku tak berkenan bersatu cinta dengan sahabatku
Banyak yang menggunjing, ragu kenormalanku
Sepertinya tiada kecanggungan kalau bertemu
Berkumpul di antara cewek-cewek di sekelilingku
Dan terlihat jarang main bareng ama yang sejenis
Beberapa orang menganggap aku ini ”P.K”
Gonta-ganti cewek di setiap jalan di sela-sela waktu
Mereka bergosip kalau aku berlaku nafsu
Mudah banget, lupain cewek yang pernah kutunggu
Satu-dua orang pernah tertangkap berdesas-desus
Topiknya masih sama, topiknya masih tentang ku
Mereka beri merek, ”AKU PRIA YANG SUKA PRIA”
Gila aja! Bisa saja kupilih dari teman wanitaku, tapi...
Cinta untukku nomor sekian untuk saat ini
Karena aku merasa kedua ortuku ada benarnya
Selama aku berstatus pelajar, raih dulu prestasi
Masuk P.T terbaik, cari gawe yang tinggi
Baru entar kalau mapan baru cari cinta sejati
Jadi saat ini, kunikmati hanya sebatas persahabatan
Meski jujur, kadang ada yang bikin aku teriming
So, ku tak peduli mau dipandang kayak apa aja, deh..he he he
Langganan:
Postingan (Atom)