7/26/2011

Semoga

Waktu tak terasa telah menuntunku
Ke depan sebuah gerbang hidup baru
Dimana aku harus belajar memperbaiki diri
Di mana aku harus belajar mengendalikan diri

Indah rasanya bila aku bisa melewatinya
Sebulan pembelajaran tak percuma kurasakan
Indahnya bulan penuh berkah dan ampunan

Marilah kita sambut bulan suci ramadhan
Dengan senyuman, lupakan sejenak penat kehidupan
Semoga tahun ini membawa berkah lebih bagi kita

7/24/2011

Bukan Waktu yang Tepat untuk Menyerah

Kau tampak putus asa hadapi semua ini
Mengapa kau menyerah dari kehidupan?
Kau hendak beranjak mundur dari sini
Menyembunyikan diri dari kegagalan

Ada apa? Apa yang kau takuti?
Tak ada yang perlu engkau takuti

Kuharap kau mau menerima uluran tanganku
Aku akan membawamu menuju jalur hidupmu lagi
Tak akan kutinggalkan kau sendiri lalui itu
Aku 'kan ada di sisimu, menjadi teman hidupmu

ada apa? Apa yang kau takuti?
Sejatinya tak ada yang perlu kau takuti
Aku tak akan menyakiti

Bukan waktu yang tepat untuk menyerah
Menyerahkan semua perjuanganmu selama ini
Kepada kegagalan yang seketika membuatmu goyah
Ingatlah perjuanganmu hingga sampai disini!
Ingatlah pengorbananmu hingga kau berhasil di sini!

Percayalah, bukan waktu yang tepat untuk menyerah!

JAH ALMIGHTY

Kau berjalan gontai dengan kepala tertunduk
Apa yang terjadi hingga kau seperti tertanduk
Kau seolah tak ingin orang mengenalimu
Bak Mimosa pudica yang tersentuh lalu tertunduk malu

Tak seperti biasanya aku melihatmu hari ini
Keceriaanmu seperti direnggut paksa iblis
Menukarnya dengan kebencian dan kesedihan

Angkatlah dagumu ke atas, kasih
Biarlah kusisipkan kedamaian lewat mata indah itu
Bangunlah, bangkitlah menjadi dirimu yang dulu
Biarlah bebanmu terlepas sendirinya karena senyumanmu
Izinkanlah aku merasuk ke relung hatimu
'Kan kudamaikan hatimu dengan cintaku

Manismu yang kukagumi terlunturkan air matamu
Cantikmu yang kusayangi tertutupi kesedihanmu
Dan kuyakin, kau sempurna bila mampu kembali ceria

Percayalah Jah Almighty menuntunmu ke aku
Yakinlah takdir Tuhan yang mempertemukanku denganmu

Duduk Manis

Dalam kesunyian aku berjalan
Pada jalan setapak yang tak bersahabat
Kerikil-kerikil menjadi aral perjalanan
Tapi aku tak peduli, aku tetap ke depan

Dalam keramaian aku merasa sendiri
Mengamati kaki-kaki yang berwara-wiri
Ke sana-sini tak kunjung berhenti
Entah kemana mereka hendak melabuhkan hati

Rumput liar yang bergoyang terayu angin
Seakan menemani ku merasuk dalam lamunan
Mereka tak akan mengerti, tak akan peduli
Hanya aku yang tahu apa yang aku rasakan
Terlalu gila bila ku harus melukiskannya di atas pelangi
Karena ia terlalu indah untuk aku jamah, apalagi kunodai

Masih duduk manis mengamati awan-awan bercumbu

7/20/2011

Siapa Aku

Kau yang membuat aku seperti ini
Kau yang mengantarkan aku kemari
Tak ada alasan untukku menyakitimu
Tapi kenyataan telah berkata lain

Aku yang acuhkan setiamu
Aku yang menghancurkan harapanmu
Aku yang tak punya waktu untukmu

Siapalah aku ini tanpa kehadiranmu, disini
Aku tak lebih dari seorang yang lemah tanpamu
Siapalah diriku ini tanpa kasih sayangmu, kasih
Aku tak lebih dari sekedar pria yang tak berdaya

Harusnya aku sadar, aku menyampakkanmu
Harusnya aku terbangun karena kau tersakiti
Harusnya sekarang aku bisa menggenggam tanganmu

Bila nanti kita dipertemukan kembali
Aku berharap kamu masih mau untuk kembali
Jika waktu menyatukan kita lagi
Aku berjanji takkan ada lagi tangis darimu, kasih

Seharusnya aku memerhatikanmu dari dulu

.: Visitors

Free Hit Counters
Share/Bookmark