Dalam kesunyian aku berjalan
Pada jalan setapak yang tak bersahabat
Kerikil-kerikil menjadi aral perjalanan
Tapi aku tak peduli, aku tetap ke depan
Dalam keramaian aku merasa sendiri
Mengamati kaki-kaki yang berwara-wiri
Ke sana-sini tak kunjung berhenti
Entah kemana mereka hendak melabuhkan hati
Rumput liar yang bergoyang terayu angin
Seakan menemani ku merasuk dalam lamunan
Mereka tak akan mengerti, tak akan peduli
Hanya aku yang tahu apa yang aku rasakan
Terlalu gila bila ku harus melukiskannya di atas pelangi
Karena ia terlalu indah untuk aku jamah, apalagi kunodai
Masih duduk manis mengamati awan-awan bercumbu