Tampilkan postingan dengan label Benci - Sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Benci - Sedih. Tampilkan semua postingan

4/19/2013

Kita Tak Akan Pernah Segaris

Mengapa kita terlampau sering berselisih paham
Terlalu banyak perbedaan antara kita
Terus mencoba untuk memersatukan
Tapi yang ada semakin mencoba, semakin sakit
Yang ada hanyalah kemunafikan yang terpasang

Kau tak lagi menjadi dirimu sendiri
untuk menyamakan iramaku kau merubah jadi yang lain
Aku tak pernah bisa menjadi diriku sendiri
hanya demi mengikuti permintaan-permintaanmu

Mungkinkah kesalahpahaman ini suatu pertanda
bahwa kita tak akan pernah segaris
Sadarkah kita telah banyak menyia-nyiakan waktu
yang dilewatkan dengan serangkaian perseteruan
Tanpa akhir, terus berputar di permasalahan yang sama

Mungkin,  lebih baik kau pergi dan aku mengikhlaskanmu
Seorang pria tengah menantimu dengan cintanya di ujung sana

1/30/2013

Nyata!

aku mencoba melangkah jauh. menepati suatu yang tidak tepat
Menyakitkan diri sendiri, membohongi diri sendiri!
Semua akan abadi tanpa kamu sadari
dan inilah bukti visualmu
nyata!

Jalanlah dengan seluruh keyakinan
Aku berdiri di sini, jauh dengan kebahagiaanmu
Dan itulah cintamu...
Nyata hanya dalam kotak kaca yang tetap kau simpan
(karya: Adlinda Firdienta)

1/21/2012

Kau Bukanlah Kau

Berjatuhan sudah harapan terus bersamamu
Berhampuran seluruh mimpi denganmu
Terkoyak sudah rasa di dalam hatiku

Apa yang terjadi padamu?
Apa yang membuatmu begitu?
Kau seolah bukanlah kau yang kutahu

Dulu kau selalu tersenyum, memberiku mimpi
Namun kini kau menjauh seperti tak ingin mengenalku lagi
Apakah tak cukup perjalanan waktu yang telah ditempuh?
Apakah tak mampu buatmu sadar kembali?

1/01/2012

Percuma

Kau pinta aku memutar waktu
Agar bisa bersama denganmu lagi
Tapi tak akan mungkin bisa terulang
Kisah yang kini telah hilang

Sakit terasa ketika kau terus mengulanginya
Cinta yang kuberikan, kau sia-siakan

Dan percuma bila kini kau minta kembali
Aku telah memilih untuk berdiri sendiri
Biar waktu yang menghapus perih ini
Dan akan kujelang kisahku tanpamu lagi

Tak Ada Lagi Waktu

Kau datang, dan memintaku untuk kembali

Memulai kembali yang telah terhenti

Membangun kembali rasa yang telah mati

Maaf, aku tak bisa turuti


Bunga yang dulu indah bermekaran

Berwarna-warni hiasi taman di hati terdalam

Kini telah rusak semua, telah sirna semua

Semenjak badai hebat datang menerjang


Jangan lagi, kau mengharapkan aku

Karena aku tak mungkin bisa bersamamu lagi

Kau tahu jalan kita telah berbeda

Terlalu banyak perbedaan untuk diseberangi

Maafkan, aku..

Tak ada lagi waktu untuk kembali ke hatimu

Musim Telah Berganti

Waktu terus melaju di jalur yang ditentukan

Aku mengikuti takdir yang telah digariskan

Tak ingin ku merubah kenangan

Tak ingin ku terpedaya indahnya kenangan


Hujan yang kini telah turun membasahi hatiku

Seperti air mata yang membelai lembut pipiku

Semua begitu menyakitkan, buat penyesalan di hatiku


Musim telah berganti, hari terus berganti

Dan pasti, waktu tak akan berhenti

Tak mengizinkan aku memungut sakit di hati

Aku tak mungkin kembali kepada yang telah sunyi

Yang kini tak terdengar lagi di hati

Tak membuat hari-hariku terusik ilusi lagi


Dan musim telah berganti, hidupku pun telah berganti

11/04/2011

Pelangi di Ujung Hari

Hujan terus membasahi hati setiap hari
Membanjirinya dengan kisah-kisah silam
Yang perlahan mengendap ke tiap lapisannya
Menambah beban dalam hidup ini

Bukankah seharusnya aku bahagia
Melihatmu bahagia menemukan impian
Tak tahulah apa yang kurasa ini pasti
Atau sekedar keputusasaan dalam hati

Menantikan pelangi di ujung hari
Menyelesaikan kisahku sampai sini

7/20/2011

Bodohnya Aku

Indah yang dulu pernah kurasa
Kini seakan sirna seiring bergulirnya waktu
Membawa ku tenggelam jauh
Ke dasar penyesalanku

Aku yang ingin meninggalkanmu
Aku yang ingin meninggalkanmu

Kini, semua yang kupunya berjatuhan ke bumi
Semua retak karena salahku, bukan salahmu
Bodohnya aku yang meninggalkanmu
Hal yang terindah yang kumiliki di dunia

Andai kau mendengar suara di dalam hatiku
Yang masih berharap masih mampu bersamamu
Meski sesaat, kuingin habiskan waktu denganmu

Akan kuberikan waktu untukmu
Akan kuberikan waktu untukmu

Menjalani hidup yang teretakkan karena kesalahanku

6/03/2011

Kepedihan Kesedihan

Cerah mentari mengikuti kemana ku beranjak
Gerimis yang turun menambah suasana tak biasa
OH ada apa gerangan, semua terlihat tak biasa

Aku berjalan ke depan, menatap masa depan
Tak ingin ku mengingat kejadian di masa lalu
Aku hidup untuk masa depan, bukan masa lalu

Tak ada pikiran apapun
Tak ada prasangka apapun
Semua keanehan kuanggap sama seperti biasanya
Tak ada yang beda, cuma sedikit berubah

Dan ketika ku mendengar sebuah kenyataan
Ku ditinggal pergi orang yang kusayang
Betapa tak dapat kupercaya akan kepergiannya
Tak mampu ku tahan haru yang seketika menyergap
Aku merasakan sebuah kepedihan sebuah kesedihan
Hidupku termaram tak mampu kucegah

Oh, waktu begitu singkat bagi diriku
Sekarang yang ada hanya sebuah memori kau bersamaku
Sekarang yang ada hanya kenangan indah bersamamu

Tidurlah dalam damai
Beristirahatlah dengan tenang
Tak ada yang bisa kuberi, hanyalah doa
Semoga kau bahagia di alam sana
Semoga Tuhan menyinari hidupmu di sana

10/29/2010

Aku Kembali

Aku kembali dan aku mati
Aku berlari dan aku tersakiti
Aku tersenyum dan aku dimaki

Aku semakin tak mengerti apalah arti hidup
Aku semakin tak paham apa arti kehidupan

Pagiku melawan malam hariku
Putihku melawan warna hitamku
Pertarungan dalam diri tanpa ujung

5/22/2010

Depresi

Aku merasa aku sedang berada dalam penjara

Ruang 3x4 itu membatasi pikiran dan imajinasiku

Mencuci otakku agar patuh dengan semua aturan

Yang kurasakan hanyalah rencana pembunuhan

Pembunuhan karakter seseorang untuk berkreasi


Aku merasa aku sedang berada dalam tahanan

Pengawasan super ketat serasa aku sudah jadi tawanan

Yang mencuri sebungkus permen dari anak balita

Membuat aku tak bisa lagi bebas bergerak


Aku ditendang kenyataan kalau aku tak diinginkan

Membuat aku hanya bisa menahan sakitnya terjangannya

Aku dipukuli oleh fakta hidup bahwa aku hanya bayangan

Semua yang aku lakukan seolah tak berbuahkan kebanggaan

Aku dihakimi secara sepihak oleh presepsi dalam benak

Bahwa aku memang orang yang tak pernah diharapkan

Aku hanya bisa duduk di sudut ruang yang gelap

Udara busuk terus saja menusuk nafasku yang kian pengap

Ingin rasanya aku segera mati saja daripada tersudutkan

Pembelaanku hanya dipandang sebagai alasan ingin dibayar


Aku hanya bisa merengkuk di balik cahaya hitam

Membuat otakku membusuk secara perlahan


Andai aku bisa melarikan diri dari keadaan kelam ini

Aku akan bebas menghirup udara luar yang aku rindukan


Tangan-tangan kasar dengan kasar memperlakukan aku

Aku diseret tanpa perasaan menuju ruangan yang tertutup

Terisolasi dari pandangan dunia luar yang makin kacau

Ruangan itu seperti lemari pendingin di toko daging

Aku hanya bisa pasrah menanti ajal menjemput ruhku

4/04/2010

Teori-Teori Sampah

Aku kesal melihat semua sama
Mengikuti teori-teori sampah
Air mata terlahir dari sebuah tawa
Dan tawa terbingkis dari derita

Uang diharapkan membeli semua
Tapi aku tahu uang hanyalah kertas
Yang mereka naikkan derajatnya

Senang-senang tak ada batasnya
Rasa derita terasa teramat panjang
Hingga membuat semu membaur
Menjadi pemikiran singkat setan
Untuk menghasut kita lupa Tuhan

Agama banyak dijadikan muslihat
Tak jarang penjahat ikut menyamar
Setan-setan bersorak lihat semua

T.N.T (Teman Nikam Teman)

Aku minta bantuan darimu
Tolong kau dekati dirinya
Cari segala info tentangnya
Karena dia yang ku cinta

Tapi tak ku sangka dirimu
Begitu tega menikam aku
Kau jatuhkan harga diriku

Mengapa kau tega begitu
Apa kau terluka karenaku
Adakah salah dari diriku
Hingga kau nekat tikam aku

Teman macam apaan kamu
Teman kok nikam temannya
Katanya teman tapi buktinya
Malah jegal temanmu sendiri

Kepedihan Kesedihan

Bergerak menuju tepi dunia
Menenangkan pikiranku ini
Damaikan jiwa yang beraksi
Sembuhkan luka seorang diri

Ku ratapi langit hitam disana
Tak berwarna seperti hidupku

Aku tak mau lagi mengenalnya
Yang tega tikam ku dari belakang
Aku tak mau melihatnya di dunia
Yang menggunting dalam lipatan

Kepedihan kesedihan ku rasakan
Tak karuan hidupku kini karenanya

Musuh Dalam Selimut

Hei kau itu temanku bukan
Kenapa kau tega menikam
Diriku dari belakang
Mengapa kau tega lakukannya

Hei kau anggapku apa
Teman atau lawan darimu
Tatap mataku dalam-dalam
Dan jelaskan arti semua ini

Apa kau kehilangan pikiranmu
Sehingga tega buat ku hancur
Terkapar menanti ajal karnamu
Kau memang musuh dalam selimut!

Dasar kau tak punya malu
Kau mau jadi benalu di hidupku

4/03/2010

Jangan Ganggu Aku Lewat Mimpi

Tak ada angin dan tak ada badai menghampiri
Tapi mengapa mimpi buruk tega menghampiri
Diriku yang tengah terlelap dalam imaji
Membangunkan aku dari tidurku yang nyenyak

Pikiranku pun seperti mimpi itu benar adanya
Ku merasa berada dalam dunia yang tak kukenal
Semua serba hitam, tak seberkas cahaya pun menerangi
Suara gaib mendirikan bulu kudukku saat ku berjalan
Bergema dimana-mana di antara hutan yang gelap
Benakku pun memikirkan hal-hal yang tak jelas

Aku terdampar di alam yang kulihat teramat sepi
Aku tak merasakan rasa sakit meskipun aku terjatuh
Aku mencoba bangkit dan menelusuri tempat ini
Aku mencari jalan keluar dari dunia yang menyeramkan ini

Tiba-tiba kudengar ada langkah yang kian mendekat
Aku kian memacu langkahku dengan sekuat tenaga
Tapi secepat apapun aku berlari menghindari langkah itu
Tapi sejauh apapun aku bersembunyi dari suara langkah itu
Pada akhirnya aku bisa ditemukan sosok sang pemilik langkah itu

Sosok yang pernah aku kenal menghampiri ragaku ini
Aku pikir dia tak berbahaya untuk aku dekati
Namun seketika kenangan tentangnya terbesit dalam pikiranku
Bukankah dia telah berada di alam yang bukan alamku
Tapi mengapa sekarang dia ada tepat di hadapan kedua mataku

Ia mencoba menyentuh ragaku yang bersimpuh
Semakin dekat dia mendekati keberadaanku
Semakin aku merasakan ketakutan yang teramat di diriku

Aku yang sebelumnya mencoba tetap berani menyibak
Seketika itu pun terjatuh tanpa daya di atas tanah berbatu
Membuat aku kehilangan kesadaranku dan terlelap

Saat aku tersadar dari pingsanku itu
Aku melihat aku berada di tempat yang sangat ku hafal
Aku berada di atas ranjang tempat tidurku yang nyaman
Ternyata semua itu hanya sebuah bagian dari bunga tidurku

Apa yang terjadi dengan sosok yang kukenal itu?
Apa yang dia inginkan dari diriku yang telah berbeda jauh?
Aku enggan bermimpi bertemu dia lagi...
Dan jangan sampai dia ganggu aku lewat mimpi lagi!

12/30/2009

Tak Perlu Dipikirkan

"Tak perlu dipikirkan!"
Itu kata mereka ketika tahu
Aku terluka dan tengah merasa
Dikhianati oleh dirinya

Aku seperti patung yang terpasung
Tak bisa berbuat banyak
Saat dia bongkar semua kejujurannya

"Tak perlu dipikirkan!"
Itu kata mereka ketika tahu
Aku merasa kekecewaan yang teramat
Akan semua kepalsuannya

Aku bagaikan angin yang bertiup
Terus bertiup mengikuti alur
Meski sebebenarnya alur itu salah

Aku tak perlu memikirkan
Biarlah semua itu terjadi dan bergulir
Tanpa harus kucoba mengembalikan
seperti keadaan dulu kala

Kini aku belajar 'tuk bebas
Takkan ada lagi benalu yang menempel
Semua kini berlanjut ke lembaran baru

12/02/2009

Pertama Kalinya

Baru pertama kalinya kurasakan ini
Semua jadi serba salah, dan mengiris
Baru pertama kalinya kutemukan ini
SOsok yang terus saja ingkari janji

Katanya dia akan mencoba terus ada
Tapi mana buktinya? Hanya teori sampah!!

Pertama kalinya aku dijadikan budak
Mungkinkah ini semua karma untukku?
Karena sebelumnya, aku sering mengekang
Hak-hak orang yang ada di sekitarku??

Tolong bantu aku, bantu basmi karma ini
Andai kata ini semua memanglah karma dariNya
Tapi bantu aku juga untuk bunuh sosok manis itu!

9/30/2009

Teman Sekelas (dengarkan!)

Terkadang aku mampu tertawa
Tak jarang aku menahan amarah
Ketika aku bertemu teman sekelas
Yang selalu aku jumpai setiap waktu

Mereka dapat hangatkan suasana
Tapi mereka dapat dinginkan keadaan
Ucapannya penuh selipan motivasi
Kabar gila juga tersembunyi di dalamnya

Aku benar-benar merasa sengat kesal
Ketika aku dan dia dibilang pacaran
Padahal kau tak tahu apa yang sebenarnya
Aku dan dia hanyalah sahabat yang abadi

Walau aku akui aku pernah suka sama dia
Namun aku tak mau kehilangan dirinya
Lebih baik aku matikan cintaku padanya
Daripada aku terluka ditinggalkannya

Hei kalian teman sekelas yang mendengar
Sudahkah kau belajar sebelum kau menggosip
Apa hari-harimu cuma untuk bergosip ini itu
Hahaha…diriku tertawa kalian terlalu gila

Amunisi Terakhir

Gudang pikiranku terkunci
Aku lupa dimana kutaruh kunci
Kupikir kutitipkan padamu
Ternyata kau tak menerima itu

Memutar-mutar pikiranku
Berpikir sepraktis sebisaku
Aku kehabisan waktu tuk jauh
Mencari inspirasi pergerakanku

Mau apa lagi, lawan telah maju
Siap tak siap, aku harus maju
Tak peduli aku bakal terbunuh
Meninggalkan mu yang menunggu

Amunisi terakhirku hari ini
Kutembakkan semua upayaku
Mempertahankan keceriaanmu
Aku siap melindungi dirimu

.: Visitors

Free Hit Counters
Share/Bookmark