10/31/2010

Aku Manusia Biasa

Siapa bilang aku ini dewa dari segala kata-kata

Siapa bilang aku ini pujangga berbahasa indah

Siapa bilang aku ini manusia berdarah penyair

Aku ini hanyalah manusia biasa!


Siapa bilang aku ini lelaki yang romantis

Siapa bilang aku ini cowok paling puitis di bumi

Siapa bilang aku ini pria bermulut manis

Aku ini hanyalah manusia biasa!


Aku hanya mencoba curahkan segala yang kurasakan

Aku hanya mencoba merangkai bahasa perasaan

Aku hanya mencoba menuangkan kata-kata bisikan jiwa

Aku manusia biasa, yang hidup seperti kalian

Hidup selayaknya manusia biasa...


Dengan bercerita lewat kata-kata aku merasa ringan

Dengan berbagi cerita aku merasa tanpa beban

Hidup ini susah dan penuh cobaan

Perlu tempat membuang semua muatan yang tak diperlukan

Meski Sulit, Tak Ingin Terhimpit

Dengan langkah yang sedikit kesakitan

Aku mencoba berlari, melarikan diri

Aku telah lelah selalu menjadi tawanan

Aku telah bosan dengan kaki terantai

Aku ingin menghirup udara kebebasan

Tak ingin lagi melihat dunia dari balik jeruji besi

Yang selama ini mengurung semua angan

Yang selama ini membunuh semua peluang

Meski aku tahu ini tidaklah mudah

Aku terus ingin maju hingga berada di depan

Meski sulit, ku tak ingin terhimpit!

Aku tak pernah ingin kalah dalam segala medan

Tak peduli apapun bentuk cobaan di setiap medan

Ku yakin, ku tahu, ku mampu lalui semuanya

Langkahku tak boleh ada yang menghambat

Jalanku tak boleh sampai tersendat

Aku terus ingin melaju dengan kecepatan penuh

Sampai ku bisa merasakan aku tak menginjak bumi

10/29/2010

Aku Kembali

Aku kembali dan aku mati
Aku berlari dan aku tersakiti
Aku tersenyum dan aku dimaki

Aku semakin tak mengerti apalah arti hidup
Aku semakin tak paham apa arti kehidupan

Pagiku melawan malam hariku
Putihku melawan warna hitamku
Pertarungan dalam diri tanpa ujung

5/22/2010

Depresi

Aku merasa aku sedang berada dalam penjara

Ruang 3x4 itu membatasi pikiran dan imajinasiku

Mencuci otakku agar patuh dengan semua aturan

Yang kurasakan hanyalah rencana pembunuhan

Pembunuhan karakter seseorang untuk berkreasi


Aku merasa aku sedang berada dalam tahanan

Pengawasan super ketat serasa aku sudah jadi tawanan

Yang mencuri sebungkus permen dari anak balita

Membuat aku tak bisa lagi bebas bergerak


Aku ditendang kenyataan kalau aku tak diinginkan

Membuat aku hanya bisa menahan sakitnya terjangannya

Aku dipukuli oleh fakta hidup bahwa aku hanya bayangan

Semua yang aku lakukan seolah tak berbuahkan kebanggaan

Aku dihakimi secara sepihak oleh presepsi dalam benak

Bahwa aku memang orang yang tak pernah diharapkan

Aku hanya bisa duduk di sudut ruang yang gelap

Udara busuk terus saja menusuk nafasku yang kian pengap

Ingin rasanya aku segera mati saja daripada tersudutkan

Pembelaanku hanya dipandang sebagai alasan ingin dibayar


Aku hanya bisa merengkuk di balik cahaya hitam

Membuat otakku membusuk secara perlahan


Andai aku bisa melarikan diri dari keadaan kelam ini

Aku akan bebas menghirup udara luar yang aku rindukan


Tangan-tangan kasar dengan kasar memperlakukan aku

Aku diseret tanpa perasaan menuju ruangan yang tertutup

Terisolasi dari pandangan dunia luar yang makin kacau

Ruangan itu seperti lemari pendingin di toko daging

Aku hanya bisa pasrah menanti ajal menjemput ruhku

5/21/2010

Surat untuk Dia

Apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Apakah kau tengah memikirkan tentang kita?

Apa kau sedang asik menikmati hidupmu sekarang?


Aku hanya bisa bertanya-tanya pada angan

Masih aku ingat jelas saat-saat bersamamu

Ku bisa mencium wangi tubuhmu

Membuat aku serasa menjelajahi dunia tanpa waktu

Aku bebas terbang ke sana-sini bersama dirimu


Belum terhapus dari ingatanku genggamanmu

Begitu hangat aku rasakan, membuat aku tenang

Kau seperti obat penenang di kala aku tegang

Kau mampu memberikan kesejukan lewat setiap sentuhanmu

Tak bisa aku hilangkan saat kau bersandar di pundakku


Kau terlelap hanyut terbawa lelapmu yang kau sembunyikan

Dan wajahmu berubah menjadi gambaran yang belum kulihat

Begitu polos, tanpa beban, dan aku hanya mengelus rambutmu

Aku tahu, sebenarnya banyak masalah yang kau tanggung sendirian

.: Visitors

Free Hit Counters
Share/Bookmark